Masyarakat menghiasi halaman rumah dan sepanjang jalan desa dengan lentera kertas tradisional berwarna-warni yang sangat indah. Warga melangsungkan Damar Kurung guna menyambut kedatangan malam Lailatul Qadar pada akhir bulan suci Ramadhan tahun ini. Ribuan cahaya lentera menciptakan pemandangan malam yang sangat romantis, hangat, dan penuh dengan nilai-nilai kedamaian spiritual. Anak-anak berjalan keliling desa sambil membawa lentera buatan tangan mereka sendiri dengan penuh rasa gembira. Tradisi kuno ini dijaga dengan penuh kebanggaan.
Lentera khas ini memiliki lukisan unik pada empat sisinya yang menggambarkan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat lokal. Para perajin lentera bekerja ekstra keras memproduksi ribuan lentera kertas guna memenuhi permintaan warga yang melonjak tinggi. Setiap rumah berlomba-lomba menampilkan hiasan lentera paling kreatif untuk memenangkan perlombaan dekorasi yang diadakan pemerintah desa. Keharmonisan dan kedamaian malam Ramadhan semakin terasa kuat menyelimuti seluruh sudut desa pemukiman warga. Suasana religius menyatu dengan budaya.
Penyelenggaraan festival Damar Kurung ini terbukti menjadi sarana efektif dalam melestarikan warisan seni kebudayaan daerah yang sangat langka. Para seniman muda menggelar lokakarya melukis lentera bagi anak-anak sekolah agar keahlian pembuatan lentera tidak punah. Pemerintah daerah menetapkan kerajinan lentera tradisional ini sebagai warisan budaya takbenda yang wajib dilindungi keberadaannya. Wisatawan dari luar kota berbondong-bondong datang untuk menikmati keindahan lautan cahaya lentera di Gresik. Sektor pariwisata malam berkembang sangat pesat.
Selain pameran lentera, acara ini juga diisi dengan bazaar kuliner khas Ramadhan dan pertunjukan musik religi tradisional. Warga masyarakat berkumpul di pelataran masjid untuk melaksanakan ibadah shalat malam dan doa bersama demi keselamatan bangsa. Kebersamaan antarwarga desa semakin erat terjalin melalui kegiatan keagamaan yang dipadukan secara harmonis dengan kebudayaan lokal. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah setiap warga yang menikmati keindahan malam suci Ramadhan. Pesta rakyat berjalan dengan sangat tertib.
Rangkaian festival cahaya Ramadhan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dekorasi lentera tingkat desa. Keberadaan tradisi Damar Kurung sukses memperkokoh identitas kebudayaan daerah yang kaya akan nilai-nilai seni dan keagamaan luhur. Semangat melestarikan budaya bangsa akan terus diwariskan kepada generasi muda penerus secara berkesinambungan. Semoga keberkahan Ramadhan senantiasa melimpahi seluruh warga dan membawa kedamaian bagi Nusantara. Kebudayaan tradisional kita akan abadi sepanjang masa.
