Kota Gresik di Jawa Timur tidak hanya tersohor sebagai kawasan industri semen dan pelabuhan dagang yang padat, melainkan juga menyimpan keindahan seni kriya tradisional yang khas yaitu Seni Damar Kurung. Kerajinan lampion kayu berbentuk segi empat yang permukaannya dilapisi kertas bergambar dekoratif ini merupakan warisan budaya adiluhung yang dipopulerkan oleh seniman legendaris Sriwati Masmundari. Keberadaannya di tengah pemukiman warga bukan sekadar alat penerang rumah harian biasa, melainkan sebuah simbol visual yang merepresentasikan identitas religiusitas, sejarah perjuangan.
Mengapa lampion tradisional ini bertransformasi menjadi simbol identitas daerah yang begitu kuat di hati warga Gresik? Jawabannya terletak pada keunikan gaya lukisan dua dimensi yang menghiasi setiap sisi dinding kertas damar kurung tersebut. Gambar-gambar yang ditatah secara bersahaja menceritakan aktivitas kehidupan harian masyarakat secara jujur, seperti suasana pasar tradisional, ritual ibadah di masjid, permainan anak-anak kampung, hingga tradisi menyambut bulan suci Ramadan. Kedekatan narasi visual dengan realitas kehidupan warga inilah yang menjadikan Seni Damar Kurung sangat dicintai dan dihormati sebagai representasi budaya lokal yang otentik.
Selain aspek estetika seni lukis, kehadiran lampion ini juga memegang peranan penting dalam menghidupkan kembali tradisi festival lampu hias tahunan yang digelar menjelang malam Idulfitri. Sudut-sudut jalan kota dan pelataran rumah warga berubah menjadi lautan cahaya pendaran warna-warni dari ratusan damar kurung yang digantung rapi, menciptakan suasana religius yang khidmat sekaligus semarak. Pelestarian Seni Damar Kurung melalui ruang publik perkotaan terbukti mampu mempererat tali silaturahmi antargenerasi, di mana para orang tua mengajarkan teknik merakit rangka kayu tradisional kepada anak-anak muda mereka secara komunal.
Tantangan material berupa kerentanan kertas pelapis terhadap cuaca hujan diantisipasi oleh para perajin kontemporer dengan melakukan inovasi penggunaan bahan kain sintetis atau mika transparan yang lebih tahan lama. Industri kreatif lokal juga mulai memproduksi varian ukuran mini untuk dijadikan gantungan kunci, kap lampu interior hotel modern, hingga motif batik khas daerah guna memperluas pasar komersial. Pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran daring melalui e-dagang nasional terbukti efektif mendongkrak omzet penjualan para pelaku UMKM pengrajin lampion tradisional di pelosok desa.
Merawat kelangsungan hidup seni kriya rakyat merupakan wujud nyata kepedulian kita dalam menjaga keberagaman ekspresi budaya Nusantara yang bernilai sejarah tinggi. Kesederhanaan motif lukisan tradisional ini mengajarkan dunia mengenai pentingnya mensyukuri kedamaian hidup sehari-hari dan keindahan kerukunan sosial kemasyarakatan. Dengan terus mendukung ruang kreativitas para seniman dan membeli produk asli Seni Damar Kurung, kita ikut memastikan bahwa cahaya kearifan lokal dari Tanah Gresik akan tetap menyala terang, menginspirasi, serta menghiasi peradaban modern bangsa Indonesia.
