Pembuatan Topeng Dadak Merak merupakan tahapan pengerjaan kriya seni paling spektakuler dalam seni pertunjukan Reog yang berkembang pesat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dadak Merak adalah susunan topeng raksasa berbobot belasan hingga puluhan kilogram yang menampilkan kombinasi antara kepala harimau kayu (Barongan) dan kipas raksasa yang dihiasi ribuan helai bulu burung merak asli. Keindahan kibasan bulu merak yang memancarkan pendaran warna hijau keemasan alami menjadi atraksi visual utama yang memukau ribuan penonton. Diperlukan keahlian pertukangan khusus serta ketelitian tinggi dalam menyusun kerangka dan bulu agar topeng raksasa ini seimbang saat diangkat dengan gigitan gigi penarinya.
Proses awal pengerjaan dimulai dengan merancang kerangka kipas dadak merak berbentuk lengkungan setengah lingkaran raksasa dari susunan bambu petung pilihan dan rotan alami. Kerangka bambu diikat menggunakan tali serat ulet dan dilapisi kain kaku guna menjadi tempat menancapkan helai-helai bulu merak. Sementara itu, untuk bagian topeng kepala harimau dipahat secara khusus dari balok kayu dadap atau pule yang ringan. Bagian luar kepala harimau kemudian dibalut menggunakan kulit harimau sintesis atau kulit kambing berbulu yang dilukis motif loreng, serta dihiasi tatanan gigi dan taring buatan yang tampak sangat gahar.
Tahap paling memakan waktu adalah proses penataan dan penancapan ribuan helai bulu burung merak asli pada kerangka bambu yang telah disiapkan. Pembuatan Topeng raksasa ini menuntut pengrajin untuk memilah bulu merak berdasarkan panjang, keutuhan bulu, serta kerapian lingkaran mata bulu merak yang berwarna kebiruan mengkilat. Pengrajin menancapkan dan mengikat tangkai bulu merak satu per satu menggunakan benang dan lem khusus ke dalam pori-pori kerangka bambu secara bertumpuk dan bersap-sap. Kerapatan penataan bulu sangat diperhitungkan agar kipas Dadak Merak tampak sangat mekar, tebal, simetris, dan indah mempesona saat dikibaskan di panggung.
Setelah seluruh bulu merak terpasang rapat menutup seluruh kerangka, bagian topeng kepala harimau disatukan di bagian bawah kerangka kipas merak menggunakan sistem kuncian kayu dan besi klem tebal. Pengrajin memasang poros kayu pegangan khusus di bagian dalam mulut harimau sebagai media gigitan bagi sang penari Reog. Keseimbangan titik berat beban topeng diperiksa secara menyeluruh guna memastikan topeng tidak miring ke salah satu sisi saat dimainkan. Pembersihan sisa lem dan perapian ujung-ujung bulu menjadi langkah penutup sebelum Dadak Merak siap digunakan dalam pementasan seni.
Keagungan mahakarya topeng Dadak Merak berbahan bulu merak asli ini membuktikan tingginya cita rasa seni kriya budaya milik bangsa Indonesia di Gresik. Melalui Pembuatan Topeng yang rumit dan membutuhkan dedikasi waktu penggarapan berbulan-bulan, nilai estetika dan spiritual pertunjukan Reog dapat terus terpancar penuh keanggungan. Kebutuhan akan pasokan bulu merak asli dipenuhi melalui penangkaran resmi burung merak yang legal dan ramah lingkungan. Pelestarian kerajinan pembuatan topeng Reog ini sangat penting untuk merawat keberlangsungan warisan budaya takbenda Indonesia agar tetap mendunia.
