EKSPRES GRESIK Kuliner,Wisata Menjelajahi Gresik: Kekayaan Adat, Kenikmatan Kuliner, dan Keagungan Bangunan Sejarah

Menjelajahi Gresik: Kekayaan Adat, Kenikmatan Kuliner, dan Keagungan Bangunan Sejarah

Menjelajahi Gresik: Kekayaan Adat, Kenikmatan Kuliner, dan Keagungan Bangunan Sejarah. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, seringkali dikenal sebagai kota industri, namun di balik citra modernnya, tersimpan kekayaan adat yang memukau, kenikmatan kuliner yang menggoda selera, dan jejak-jejak bangunan bersejarah yang tak ternilai. Mengunjungi Gresik adalah sebuah perjalanan yang akan membuka mata Anda pada dimensi budaya dan sejarah yang mendalam.

Salah satu pilar utama kekayaan adat Gresik adalah tradisi religius yang kuat, warisan dari Wali Songo yang pernah menyebarkan Islam di wilayah ini. Tradisi Maleman atau Malam Selawe (malam ke-25 Ramadan) adalah contoh nyata, di mana ribuan peziarah memadati Makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim untuk beribadah dan mencari keberkahan. Pada Maleman tahun 2025 lalu, yang jatuh pada tanggal 23 April, diperkirakan lebih dari 100.000 peziarah memadati area makam, dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan petugas Satpol PP yang dikerahkan sejak sore hari. Ini menunjukkan betapa dalamnya akar tradisi di Gresik.

Untuk urusan kuliner, Gresik menawarkan kenikmatan yang unik. Nasi Krawu adalah hidangan ikonik yang wajib dicoba. Nasi pulen yang disajikan dengan irisan daging sapi suwir, jeroan, dan serundeng tiga warna (kuning, merah, putih), disiram kuah santan kental, menciptakan perpaduan rasa yang kaya. Warung Nasi Krawu Bu Azah di Jalan Samanhudi, yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an, menjadi salah satu rujukan utama bagi para pencinta kuliner ini. Dalam satu hari biasa, warung ini bisa menghabiskan lebih dari 50 kilogram daging sapi untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Selain Nasi Krawu, ada juga Pudak, kue tradisional khas Gresik yang terbuat dari tepung beras, gula pasir, dan santan, dibungkus dengan pelepah pinang muda. Rasanya manis legit dan teksturnya kenyal. Pudak sering dijadikan oleh-oleh khas daerah. Pusat oleh-oleh di Jalan Sindujoyo sering mencatat penjualan Pudak yang tinggi, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, dengan rata-rata penjualan 200 bungkus per hari.

Tidak hanya adat dan kuliner, Gresik juga memiliki keagungan bangunan sejarah. Makam Sunan Giri dan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah dua situs ziarah utama yang menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa. Bangunan makam dan kompleks di sekitarnya merefleksikan arsitektur Islam kuno yang memukau. Selain itu, ada juga Masjid Jami’ Gresik, salah satu masjid tertua di Jawa Timur yang dibangun pada abad ke-16, menunjukkan jejak panjang peradaban Islam di kota ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gresik pada awal Maret 2025 telah menganggarkan dana khusus untuk pemeliharaan rutin situs-situs bersejarah ini.

Dengan perpaduan kekayaan adat yang spiritual, kenikmatan kuliner yang otentik, dan keagungan bangunan sejarah yang bercerita, Gresik menawarkan pengalaman wisata yang komprehensif. Kota ini membuktikan bahwa di balik citra modernnya, Gresik adalah sebuah mutiara budaya yang patut dieksplorasi lebih jauh.