Gresik bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota wali yang menyimpan jejak-jejak dakwah Islam yang sangat mendalam melalui pengaruh Sunan Giri. Salah satu tradisi yang paling dinantikan setiap tahunnya adalah tradisi Malem Selawe, sebuah perayaan spiritual yang dilaksanakan pada malam ke-25 Ramadan untuk menyambut datangnya Lailatul Qadar. Dalam paragraf pembuka ini, penting untuk kita pahami bahwa tradisi ini bukan sekadar perayaan pasar malam atau keramaian biasa, melainkan sebuah metode dakwah kultural yang sangat cerdas. Sunan Giri pada masanya menggunakan momentum ini untuk mengajak masyarakat berkumpul di perbukitan Giri untuk beribadah bersama, menciptakan sebuah harmoni antara kebutuhan batiniah dan interaksi sosial yang sejuk.
Dalam proses tradisi Malem Selawe, ribuan peziarah dari berbagai pelosok Jawa datang memadati kawasan Makam Sunan Giri untuk melakukan iktikaf, tadarus Al-Qur’an, dan dzikir berjamaah. Makna spiritual yang terkandung di dalamnya adalah tentang konsistensi dalam mencari ridha Tuhan di akhir bulan suci. Masyarakat diajarkan bahwa ibadah tidak seharusnya membosankan; melalui kearifan lokal ini, suasana religius dikemas dengan penuh kehangatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Di sepanjang jalan menuju bukit, pedagang lokal menjajakan aneka kuliner khas Gresik, memberikan dampak ekonomi yang positif bagi warga sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah para wali selalu bersifat inklusif, merangkul aspek kesejahteraan ekonomi tanpa sedikit pun mengesampingkan kekhusyukan dalam menyembah Sang Pencipta.
Lebih dalam lagi, tradisi Malem Selawe menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar mereka mengenal akar identitas mereka sebagai warga kota santri. Melalui cerita-cerita sejarah yang disampaikan oleh para ulama setempat, anak muda diajak untuk merenungkan betapa gigihnya perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban yang berakhlak mulia. Tradisi ini juga menjadi simbol perlawanan terhadap gaya hidup hedonis, dengan menekankan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam kedekatan diri kepada Allah SWT. Meskipun zaman telah berubah menjadi serba digital, semangat Malem Selawe tetap tak tergoyahkan, membuktikan bahwa nilai-nilai spiritualitas yang ditanamkan oleh Wali Songo memiliki akar yang sangat kuat dalam jiwa masyarakat Gresik dan akan terus menjadi kompas moral bagi mereka dalam mengarungi dinamika kehidupan modern.
