Pemerintah Kabupaten Gresik kini tengah serius melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap aset sejarahnya, di mana kawasan Kota Lama kini mulai bersolek menjadi destinasi unggulan yang memadukan warisan arsitektur kolonial dengan geliat ekonomi modern. Sebagai wilayah yang memiliki rekam jejak panjang dalam jalur perdagangan dunia, gedung-gedung tua yang berdiri kokoh di sana kini tidak lagi dibiarkan terbengkalai. Melalui penataan trotoar, sistem pencahayaan yang estetis, serta pelestarian ornamen asli bangunan, kawasan ini bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif, mengundang decak kagum bagi siapa pun yang melintasi lorong-lorong bersejarahnya.
Transformasi Kota Lama ini bukan sekadar upaya mempercantik tampilan fisik, melainkan sebuah strategi untuk menghidupkan kembali ekosistem kebudayaan lokal. Berbagai panggung seni dan ruang pameran kini rutin digelar di antara pilar-pilar bangunan tua, memberikan wadah bagi seniman setempat untuk mengekspresikan karyanya. Integrasi antara nilai sejarah dan kreativitas ini menciptakan daya tarik yang unik bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik di tengah pesatnya industrialisasi di Jawa Timur. Menikmati senja di sudut jalanan yang klasik sambil menyaksikan pertunjukan seni tradisional kini menjadi pemandangan yang rutin ditemukan, membawa ingatan kolektif masyarakat kembali pada kejayaan masa lalu Gresik.
Selain menjadi pusat budaya, daya tarik utama yang paling menonjol dari Kota Lama adalah keberagaman kuliner legendaris yang kini semakin tertata rapi. Para pedagang makanan khas Gresik, mulai dari nasi krawu hingga otak-otak bandeng yang ikonik, diberikan tempat yang lebih representatif untuk melayani para pelancong. Wisatawan kini dapat melakukan perjalanan rasa dalam satu kawasan yang nyaman, di mana aroma rempah nusantara berpadu dengan suasana nostalgia bangunan bergaya Eropa dan Arab. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi para pelaku UMKM setempat yang kini memiliki pasar yang lebih luas dan profesional.
Pembangunan infrastruktur di kawasan Kota Lama juga sangat memperhatikan aspek aksesibilitas bagi pejalan kaki dan keberlanjutan lingkungan. Dengan membatasi lalu lintas kendaraan berat di titik-titik tertentu, pemerintah menciptakan lingkungan yang ramah bagi wisatawan untuk berkeliling dengan berjalan kaki. Penataan kabel-kabel yang semula semrawut kini mulai dipindahkan ke bawah tanah guna menjaga keindahan visual bangunan bersejarah. Sinergi antara kebijakan otoritas kota dan kesadaran pemilik bangunan tua untuk merawat asetnya menjadi kunci utama keberhasilan revitalisasi ini, memastikan bahwa jati diri Gresik tetap terjaga di tengah modernisasi zaman.
