Hotel Majapahit Surabaya, yang dulunya dikenal sebagai Hotel Yamato atau Oranje, bukan sekadar penginapan mewah. Bangunan bersejarah ini adalah saksi bisu dari salah satu momen paling heroik dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Arsitekturnya yang elegan menyimpan kisah dramatis, menjadikannya monumen hidup yang harus dijaga dan dikenang oleh setiap generasi.
Dibangun pada tahun 1910 oleh arsitek ternama Sarkies Bersaudara, hotel ini awalnya bernama Hotel Oranje. Setelah Jepang mengambil alih, namanya diganti menjadi Hotel Yamato. Kemegahan bangunannya menjadi simbol kekuasaan kolonial, namun kemudian menjadi panggung bagi puncak perlawanan rakyat Surabaya yang terkenal akan keberaniannya.
Puncak ketegangan terjadi pada tanggal 19 September 1945. Sekelompok tentara Belanda mengibarkan bendera mereka (Merah-Putih-Biru) di puncak tiang hotel, memicu kemarahan rakyat. Aksi provokatif ini seolah menantang kedaulatan Republik Indonesia yang baru saja diprokalamasikan kemerdekaannya dua bulan sebelumnya.
Rakyat Surabaya yang marah kemudian berbondong-bondong mengepung hotel tersebut. Mereka menuntut bendera itu diturunkan. Ketegangan memuncak, dan terjadilah Insiden Bendera yang legendaris, sebuah peristiwa yang menjadi katalis bagi pertempuran besar di Surabaya beberapa minggu kemudian.
Peristiwa dramatis tersebut mencapai klimaksnya ketika Hariyono dan Koesno Wibowo berhasil memanjat tiang bendera. Dengan keberanian luar biasa, mereka merobek bagian biru bendera Belanda. Aksi heroik ini mengubah bendera kolonial menjadi Sang Saka Merah Putih yang kemudian berkibar dengan gagah di atas Hotel Majapahit Surabaya.
Insiden perobekan bendera ini bukan hanya simbolik, tetapi merupakan pernyataan tegas bahwa rakyat Indonesia di Surabaya menolak penjajahan kembali. Kejadian ini membakar semangat juang di seluruh kota, menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi peristiwa 10 November yang heroik dan berdarah.
Pada masa Orde Baru, nama hotel kembali berganti menjadi Hotel Majapahit Surabaya, untuk mengenang kejayaan kerajaan nusantara. Nama ini dipilih sebagai simbol semangat nasionalisme dan kebangkitan bangsa. Hotel ini terus beroperasi, memadukan pesona sejarah dengan kemewahan modern yang terawat.
Mengunjungi Hotel Majapahit Surabaya kini adalah perjalanan napak tilas sejarah yang mengharukan. Anda dapat melihat plakat peringatan yang menandai lokasi Insiden Bendera tersebut. Bangunan tua yang terawat apik ini menjadi pengingat abadi akan keberanian dan pengorbanan para pejuang bangsa.
Hotel ini adalah monumen hidup yang mengajarkan kita tentang arti sesungguhnya dari kemerdekaan. Setiap dinding dan koridor Hotel Majapahit Surabaya menyimpan gema teriakan merdeka dari tahun 1945. Ia adalah Saksi Bisu Perjuangan yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang Indonesia.
Oleh karena itu, ketika Anda menginjakkan kaki di Hotel Majapahit Surabaya, ingatlah bahwa Anda berdiri di atas tanah yang pernah menjadi medan pertempuran ideologi. Ini adalah tempat di mana semangat bangsa berkobar, mengubah Sejarah Indonesia dan membentuk masa depan negara kita.
