Kabupaten Gresik baru-baru ini menjadi sorotan para pemburu konten visual di media sosial berkat kemunculan sebuah destinasi yang menyerupai pemandangan luar negeri. Fenomena gunung putih di Gresik mendadak viral setelah ribuan foto yang memperlihatkan gundukan kapur berwarna putih bersih dengan latar langit biru tersebar luas di internet. Lokasi ini sebenarnya bukanlah gunung alami, melainkan sebuah area bekas tambang batu kapur yang telah lama ditinggalkan dan kini membentuk formasi batuan yang artistik. Keunikan tekstur permukaannya yang putih mengkilap saat terkena sinar matahari menjadikannya sebagai spot instagenic favorit bagi para anak muda yang ingin mengabadikan momen estetis tanpa harus pergi jauh-jauh ke luar kota.
Daya tarik utama dari gunung putih di Gresik ini terletak pada kontras warna yang sangat tajam antara putihnya dinding kapur dengan sisa-sisa air hujan yang terkumpul di dasar tambang hingga membentuk danau kecil berwarna hijau toska. Para pengunjung seringkali menyebutnya sebagai “Salju dari Gresik” karena sekilas tumpukan material kapur tersebut tampak seperti lapisan es yang menutupi lereng perbukitan. Secara teknis, area ini sebenarnya masih merupakan lahan milik perusahaan tambang, namun karena antusiasme warga yang begitu tinggi, akses masuk mulai dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Hal ini membuktikan bahwa lahan pascatambang yang biasanya gersang dapat diubah menjadi aset pariwisata yang menarik melalui kekuatan viralitas di era digital.
Respons netizen terhadap keindahan gunung putih di Gresik sangatlah beragam, mulai dari pujian atas kemiripannya dengan pemandangan di Turki hingga peringatan mengenai keamanan lokasi. Banyak konten kreator yang memberikan tips mengenai waktu terbaik untuk berkunjung, yaitu pada pagi atau sore hari agar terhindar dari panas yang menyengat dan mendapatkan pencahayaan alami yang lembut. Viralitas tempat ini juga memberikan dampak ekonomi instan bagi warga desa sekitar yang kini mulai membuka jasa parkir dan warung makan di pintu masuk area tambang. Meskipun begitu, pihak berwenang terus mengingatkan pengunjung agar tetap waspada terhadap potensi longsoran batu kapur dan tidak membuang sampah sembarangan di lokasi yang masih asri tersebut.
