EKSPRES GRESIK Berita Damar Kurung Gresik Reborn: Lampion Kertas Bergambar Cerita Rakyat

Damar Kurung Gresik Reborn: Lampion Kertas Bergambar Cerita Rakyat

Gresik, kota pelabuhan yang kaya akan tradisi, kini menyaksikan fenomena Damar Kurung Gresik Reborn sebagai upaya membangkitkan kembali lampion tradisional yang hampir punah. Damar Kurung adalah lampion kayu berbentuk kotak yang dilapisi kertas dengan hiasan lukisan bercorak khas di setiap sisinya. Berbeda dengan lampion Tionghoa yang biasanya polos atau berhiaskan kaligrafi, Damar Kurung menonjol karena lukisannya menggambarkan aktivitas sehari-hari masyarakat Gresik, seperti suasana pasar, ritual keagamaan, hingga permainan anak-anak. Kesenian ini pertama kali dipopulerkan secara luas oleh maestro lukis Masmundari, yang menjadikan lampion ini sebagai media bercerita visual yang unik.

Kebangkitan dalam Damar Kurung Gresik Reborn tidak lepas dari tangan kreatif generasi muda yang mulai mengadaptasi lampion ini ke dalam gaya hidup modern. Dahulu, Damar Kurung hanya dinyalakan saat malam Lailatul Qadar atau bulan Ramadhan di depan rumah warga. Namun kini, Damar Kurung mulai digunakan sebagai tren dekorasi kafe, hotel, hingga elemen interior rumah modern yang ingin menonjolkan kesan etnik yang elegan. Penggunaan lampu LED menggantikan lilin tradisional membuat Damar Kurung lebih aman digunakan di dalam ruangan tanpa mengurangi keindahan bias cahaya yang dihasilkan melalui celah-celah lukisannya yang detail dan berwarna cerah.

Nilai filosofis dalam Damar Kurung Gresik Reborn terletak pada kejujuran lukisannya dalam menangkap realitas sosial. Setiap goresan gambar di atas kertas lampion tersebut adalah catatan sejarah lisan yang divisualisasikan. Misalnya, gambar orang mengaji atau kapal berlabuh menunjukkan identitas Gresik sebagai kota santri sekaligus kota maritim. Dengan menggunakan gaya lukis dua dimensi yang naif namun ekspresif, Damar Kurung menjadi jembatan memori antara masa lalu dan masa kini. Proses pembuatannya yang masih menggunakan rangka kayu jati atau bambu memberikan sentuhan kerajinan tangan yang sangat personal dan bernilai seni tinggi dibandingkan hiasan buatan pabrik.

Dukungan terhadap Damar Kurung Gresik Reborn juga terlihat dari diselenggarakannya festival Damar Kurung tahunan yang melibatkan ratusan pelajar dan pengrajin. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak muda Gresik tidak lupa dengan akar budayanya dan berani berinovasi menciptakan motif-motif baru yang relevan dengan kondisi zaman sekarang. Damar Kurung bukan lagi dianggap sebagai barang kuno yang hanya muncul setahun sekali, melainkan telah menjadi ikon ekonomi kreatif yang menggerakkan sektor UMKM di Gresik. Lampion ini membuktikan bahwa seni tradisional bisa tetap eksis dan bahkan menjadi tren jika dikemas dengan cara yang menarik dan fungsional.